PENERAPAN PANCASILA DALAM KEHIDUPAN BERBANGSA DANBERNEGARA DI KABUPATEN PACITAN YANG BERFOKUS PADASOSIALDANBUDAYA









Dosen Pembimbing :
HendraSukmana,S.AP.,M.KP.


DisusunOleh:



Fahlia Dini Afrohah (232020100135)

Semester 2

PROGRAM STUDI ADMINISTRASI PUBLIKFAKULTAS BISNIS, HUKUM, DAN ILMU SOSIAL UNIVERSITASMUHAMMADIYAHSIDOARJO


Pendahuluan

Suatunegarayangdilihatpertamakaliadalahsosialdanbudayanya.Sosialdan budaya merupakan bagian dari kehidupan masyarakat di Indonesia. Sosialyang berarti segala sesuatu yang berhubungan dengan masyarakat sekitar. Danbudaya yang berarti segala sesuatu yang mengandung cinta dan rasa. Sosialbudaya juga berkaitan erat dengan nilai-nilai pancasila dan menjadi pedomandalam bersosial dan berbudaya. Dewasa ini tidak mudah dalam menciptakansosialbudayadengancirikhas Indonesiadan berdasarkanpancasila.


Dalamlingkupsosialsekaranglebihkeindividualis,dalamlingkupbudayasekaranglebihkemenirukanbudayayangkurangbaik.Sosialdanbudayatermasukjugadalamsikap,etika,dankarakterwarganegara.Ketiganyasekarangsudahmenyimpangdarinormanormakemasyarakatan.Tidakhanyaterjadidalam masyarakat saja, namun para petinggi negara yang kurang dalam budayajujurdanbertanggung jawabatasamanahyangdiberikan.


Dalam budayaberpolitik, Indonesiamemilikicitrayangkurangbaik.Politik uang yang masih ada, sikap tanggung jawab para petinggi negara yangkinisulitdipercayalagi,dankorupsiyangsemakinmenjadi.Panggungperpolitikan memang selalu menggila, ditambah dengan provokator yang jugatidak berbudaya menjadikan ancaman bagi Negara Indonesia. Sosial dan budayaberdasarkan pancasila sangatlah diperlukan, dan harus mulai diciptakan kepadagenerasi selanjutnya, agar segala sesuatu yang tidak baik tidak berkembang biakdinegaraIndonesia.MenciptakanbudayaposistifmelaluidirisendiridandikembangkandenganberbuatkebaikanterhadapsesamadanmenciptakankedamaiandinegaraIndonesiamelaluisosialdanbudayayangberpancasila.


Pancasila dirumuskan dengan tujuan agar dipakai sebagai dasar negarasertafalsafahbangsadannegaraRepublikIndonesia.SegalaperumusanPancasilasebagaidasarnegarainidigalidandidasarkanatasnilai-nilaipandanganhidupmasyarakatIndonesia,yangtermaktubdalamlimasilayaitu,

Ketuhanan Yang Maha Esa, (2) Kemanusiaan Yang Adil Dan Beradab, (3)PersatuanIndonesia,(4)KerakyatanYangDipimpinOlehHikmatKebijaksanaanDalam Permusyawaratan Perwakilan, (5) Keadilas Sosial bagi Seluruh RakyatIndonesia.


Secara harfiah, pancasila dibentuk dengan tujuan sebagai landasan negaraIndonesia yang dalam proses tersebut telah ditemukan rumusan Pancasila yangmendasarinegarainidandidasariolehnilai-nilaipolahidupmasyarakatIndonesiayangdisatukan menjadipedoman hidup bangsa.


Secarabudaya,Pancasilaharusdisampaikankepadagenerasimudamelalui Pendidikan. Jika tidak diwariskan, maka negara dan masyarakat akankehilanganbudayapentingtersebut.Karena,pentinguntukdiingatbahwabangsayang besaradalahbangsayangpeduliterhadap warisan budayanya.


Secarahukum,Pancasilaadalahsebagaidasarnegarayangtercantumpadapembukaan UUD 1945 yang dalam hal ini Pancasila bersifat mengikat. DimanasegalatatanankehidupanbernegarayangbertentangandenganPancasiladinyatakantidakberlakudan harusdicabut.


Makna yang terkandung dalam tiap-tiap nilai Pancasila yakni sebagaiberikut :

Makna Pancasila dari sila pertama “Ketuhanan Yang Maha Esa” yaitunilai-nilaiketuhananmenjadisumberutamanilai-nilaikehidupanbangsa.Dalampasal29ayat(1)UUD1945telahdijelaskanbahwa


negara didirikan atas dasar ketuhanan yang maha esa. Dan dijelaskandalam pasal 29 ayat (2) UUD 1945 bahwa negara memberi kebebasankepadasetiapwarganegaranyauntukmenganutagamanyadanmenjalankanibadah sesuaidengan menurut kepercayaannya.


MaknaPancasiladarisilakedua“KemanusiaanYangAdilDanBeradab” yaitu merangkum cita-cita manusia yang adil dan beradab,mewujudkanseluruhfitrahmanusia.Sebagaimanaseluruhwarganegara Indonesia mempunyai hak dan kewajiban yang sama. Setiapwarganegaradijaminhakdankebebasannyadalamberhubungandengantuhan,individu,masyarakat,dannegara,sertahakataskebebasanberpendapat,pekerjaan,danpenghidupanyanglayak.


MaknaPancasiladarisilaketiga“PersatuanIndonesia”adalahperkumpulanbangsa-bangsayangdiupayakanuntukmencarikehidupan nasional yang merdeka dalam rangka negara kesatuan yangmerdekadanberdaulat.


Makna Pancasila dari sila keempat “Kerakyatan Yang Dipimpin OlehHikmatKebijaksanaanDalamPermusyawaratanPerwakilan”menandakan bahwa Indonesia menganut dua jenis demokrasi, yaitudemokrasi langsung dan tidak langsung. Serta menggunakan akal budidengan baik, selalu memperhatikan persatuan dan kesatuann bangsa,kepentinganrakyatdanmelakukannyadengansabar,jujur,bertanggungjawab,dandisertaidenganikhlas.


MaknaPancasiladarisilakelima“KeadilanSosialBagiSeluruhRakyatIndonesia”artinya,keadilanbagisemuawarganegarayangdiperlakukansecaraadildalambidanghukumdanpolitik,sosial,ekonomi, dan budaya. Juga mencakup konsep keadilan dan


kesejahteraanyangberartitercapainyakeseimbanganantarakehidupanindividu dan kehidupan bermasyarakat demi mewujudkan masyarakatyang adildanmakmur.


RumusanMasalah

Berdasarkanpendahuluandiatas,agarartikelinilebihterarahmakadibuatlahrumusanmasalah.Sebagaimanarumusanmasalahdibawahini:

Bagaimana penerapan nilai Pancasila dalam kehidupan berbangsa danbernegara di kabupaten Pacitan yang berfokus pada aspek sosial danbudaya?

SepertiapapandangangenerasimudakabupatenPacitanterhadappengembangannilai-nilaiPancasilayangpenerapannyadalamkehidupan sosialdanbudaya?



Pembahasan

SejarahSingkatKabupatenPacitan


Pacitan pada masa Majapahit termasuk wilayah Panaraga. Saat itu Pacitanmasih berupa gurun pasir dan tidak berpenghuni. Meski terdapat beberaparumah, namun hanya sebagai tempat tinggal sementara bagi wisatawan ataupertapa.FaseawaldibukanyatanahPacitanbertepatandengansemakinberkembangnya kemakmuran kerajaan Demak. Ada seorang dari Demakbernama Kyai Siti Geseng yang datang mengabdi pada Adipati Panaragandan memohon kepada Adipati agar diberikan sebuah hutan agar ia dapatmenggunakannyasebagaitempattinggal.NiatKyaiSitiGesengitudilaksanakan oleh Adipati Panaraga. Datang ke Tlatah Panaragan, bagianselatan (Pacitan), Kyai Siti Geseng tinggal di Ngrejasa. Kyai Siti Gesengmenanam sebatang bambu seukuran gagang sabit sesampainya di Ngrejasa.Kemudian Kyai Siti Geseng bertapa sebentar. Bahkan dahan bambu tersebuttumbuh dan berkembang menjadi dua batang. Sejak saat itulah Kyai SitiGeseng menamakan tempat ini Ngrejasa dan ia diberi julukan Kyai AgengPetung.


Hampir bersamaan dengan Ki Ageng Petung babat Ngrejasa, didirikanlahseorangtokohbernamaSyehMaulanaMahribiPanaraga.untukmembuka


pangkalan yang sekarang dikenal sebagai Ndhudhuwan dan terletak di utaraNgrejasa. Belakangan, tokoh lain datang menemui Adipati Panaraga dandiizinkan memasuki Panaraga selatan. Tokoh-tokoh tersebut adalah KyaiAmpok Boyo dan Menak Sopal. Kyai Ampok Boyo menduduki Posongsedangkan Menak Sopal adalah pelopor Trenggalek. Pada suatu hari, KyaiAmpokBoyobertemudenganKiAgengPetung.Keduanyamengakusebagaiorangpertamayangtibadikawasantersebut.KarenakecerdasanKyaiAmpok Boyo dan sifat Ki Ageng Petung yang suka mengalah, Ki AgengPetung akhirnya mengaku lebih muda dari Ki Ampok Boyo yang datang kePacitan. Hingga saat ini ingatan masyarakat Pacitan masih kuat bahwa KiAgeng Petung adalah orang baik dan Ki Ampok Boyo adalah sebaliknya.Keduanya sepakat membagi wilayah Pacitane menjadi dua. Kesepakatan ituterjadidihadapanSyekhMaulanaMahribi.SedangkanSyekhMaulanaMahribitetapberadadiDhudhuwandandianggapsebagaiwilayahmerdeka.Padahal, sebelum mereka datang ke Pacitan, ada seorang tokoh bernama KiBuwonoKelingyangtinggaldiDesaJati.KiBuwonoKelingmasihberagama Budha. Ki Buwono Keling mempunyai keponakan bernama KiAgeng JatiKumelar yang tinggaldi Jatiraga.


Karena mengetahui Ki Buwono Keling masih beragama Budha, ketigatokoh tersebut berniat untuk membuat Ki Buwono Keling masuk Islam.Ternyata Ki Buwono Keling tidak senang dan menolak, sehingga terjadilahpeperangan di antara mereka. Ki Buwono Keling kalah dan dibunuh olehKyai Ageng Petung. Karena menyanyikan Pancasona, jenazah Ki BuwonoKelingdimakamkansecaraterpisahditempattersendiriyangmasing-masingmempunyai tepian sungai tersendiri. Pada suatu ketika Kyai Ageng Petungbertemudenganseseorang.OrangtuaitumemintaKyaiAgengPetunguntukmengaplikasikan atap yang telah diberikannya. Ketika ia memberikan atapkepadaKyaiAgengPetung,lelakituaituberpesanagariatidakmembuka


atap sebelum pulang ke rumah. Setelah sampai di rumah, atap terbuka danKyai Ageng Petung terkejut melihat uang dinar di dalam atap. Mulai saatitulah Kyai Ageng Petung paham bahwa lelaki tua itu adalah Ki Ageng JatiKumelar. Kyai Ageng Petung pun langsung meninggalkan gagasan masukIslamnyaKiAgengJatiGumelar.

UangdinardigunakanKyaiAgengPetungsebagaimodalhidup.Sebelumnya Pacitan hanya mengenal Kyai Ageng, Demang, Ngabei atauWedana sebagaigelar tokoh. IstilahKabupatenbaruada ketika Pacitanmerupakan bagian dari wilayah yang ditaklukkan Pangeran Mangkubumi.PangeranMangkubumiyangpertamakalidiberijabatanbupatiadalahNgabai Natapraja yang berkedudukan di Posong, yang kemudian menjadibupati Nanggungan. Ketika Pangeran Mangkubumi berkuasa di Yogyakarta,terjadipembagianwilayahantaraKeratonYogyakartadanKeratonSurakartadi sisi lain. Hal serupa juga terjadi di Pacitan. Kawasan Nanggungan beradadi bawah kekuasaan Keraton Yogyakarta, sedangkan Ngrejasa berada dibawahkekuasaanKeratonSurakarta.Dengandemikian,dalamperkembangan selanjutnya, kekuasaan Pacitan menjadi wilayah bawahanKeraton Yogyakarta dan Keraton Surakarta, seperti halnya wilayah Madiunyang berhasil ditaklukkanoleh PangeranMangkubumi.


Mengenai asal usul nama Pacitan, terdapat banyak versi yang berbeda-beda. Ada yang berpendapat bahwa Pacitan adalah istilah yang digunakanuntukmenyebutsuatutempat/ladang/lahanyanghanyamampumenghasilkan produk minimal sehingga hasil tempat/ladang/lahan tersebuttidak cukup memenuhi mulut. Hasilnya hanya mencukupi untuk Pacitan(Jw)/makananringanataumakananyanghanyasekedartemanminumteh/kopi. Dengan kata lain, Pacitan mengacu pada daerah yang tidak suburdan hanya menghasilkan barang-barang terbatas. Versi kedua menentukanbahwakataPacitanberasaldarinamabuahnyayaituirama.Semuabermula


ketika Raja Mangkubumi berperang dengan Pangeran Mangkunegaran I.Rajadikalahkan.Takpelaklagi,pasukannyatercerai-berai.SultanMangkubumi hanya diikuti oleh para abdi saja dan salah satunya adalahSetraketipa. Saat memasuki gurun pasir, Sultan Mangkubumi benar-benarlelah dan lelah sekali. Dia tahu Setraketipa membawa sesuatu di bahunya.Raja bertanya kepada Setroketipa: “Apa yang dibawa monyetmu?” Cepatsekali isinya, Sinuhun, jawab Setroketipa. Lelah dan sangat haus, SultanMangkubumimakandenganlangkahnya.Dalamsekejap,tenaganyakembalipulih dan dipenuhi kegembiraan. dengan kecepatan yang ditetapkan olehSetraketipa.SetelahSultanMangkubumikembalikeYogyakarta,SetraketipamendapathadiahdanjabatankarenadiyakiniberjasakepadaSultanMangkubumi. Setraketipa diberi gelar Raden Tumenggung Setrawijaya dansekaligus menjadi Bupati Nanggungan. Tak hanya jabatan, Setraketipa jugamenerimasalahsatuistri tercintaSultanMangkubumi,MasAjengNitisari.


Setelah menjadi Bupati Nanggungan, Raden Tumenggung Setrawijayadikenal juga dengan nama Tumenggung Pace. Karena istilah TumenggungPace lebih populer, maka nama Ngungungan diganti dengan nama Pacitan.Saat ini, tampaknya versi kedua lebih diterima oleh masyarakat Pacitan.Terlihat pada perayaan hari lahir Kabupaten Pacitan yang dilaksanakan padatanggal19Februarisetiaptahunnya,ritualminumjusPacitanselaluberlangsung sebagaisalahsaturangkaianritual.


KebudayaanMasyarakatKabupatenPacitan

Berbagai unsur budaya yang ada di kalangan masyarakat Bupati PacitanjugadituangkandalamPedomanKebudayaanDaerah(PPKD)BupatiPacitanTahun 2018. Salah satunya kesenian yang ada pada masyarakat KabupatenPacitan. Berbagai bentuk kesenian dapat ditemukan di kalangan masyarakatKabupatenPacitan.Senidapatdipahamisebagaiprodukmasyarakatyang


mengandungunsursenidanestetika.Beberapakesenianyangdapatditemukan di kalangan masyarakat Kabupaten Pacitan antara lain seni tari,sastra,musik,dll.


Seni tari tradisional yang ada pada masyarakat Pacitan antara lain seniKethek Ogleng. Sutiman pencipta tari Kethek Ogleng lahir pada tanggal 4Mei1945diDusunBanaranDesaTokawiKecamatanNawanganKabupatenPacitanProvinsiJawaTimur.Sutimanyanglahirdiawalkemerdekaanhanyalulusan Sekolah Kerakyatan (SR) yang kini menjadi sekolah dasar. MeskibarusajalulusdariSekolahRakyatSutiman(SR),namunpadausia18tahuniamulaimenunjukkanminatterhadapsenitari(Hendriyanto,dkk.2018:35).


Seni Tari Kethek Ogleng lahir di akhir tahun 1962 dan terus berkembangdengankerjasamaperkumpulansenirupaDesaBanaranDesaTokawiKecamatan Nawangan yang dipimpin oleh Bapak Kromorejo pada tahun1963.Setelah3bulanberlatihbersama,kesenianinisudahdiakuikeberadaannya.DengandukunganKepalaDesaBanaranBapakJoyoikromo,Bapak Sutiman dan pihak perkumpulan seni diundang untuk tampil di PakSomitoyangterletakdiDesaBoroKulonuntukmelengkapiacarapernikahan. oleh putrinya, Sanggem, dan Satimin pada bulan Juni 1963.Karena pertunjukan tersebut dianggap dapat menarik perhatian masyarakat,makapemimpindesaTokawisaatitu,khususnyaBapakDamanHarjoPrawiro,memintapertunjukanseniyangbarudiakuiini.dalamrangkakunjungan Bupati Pacitan Bapak Tedjo Soemarto (Sukisno. dkk., 2018)Hendriyanto,dkk(2018:105)Sutimanmenciptakankesenianinidipengaruhiolehbeberapafaktor,antaralain termasukkondisilingkungannya.


GerakankesenianKethekOglengmengandungfilosofiyangeratkaitannyadengankehidupanmasyarakatJawa.Pertanyaanfilosofisinimenyangkut


manusia sebagai individu dan makhluk sosial. Pada sisi personal, aspekfilosofismengajarkantentanghakikatmanusia,bagaimanamanusiamenjalankanusahanyadalamhidup,danmengajarkanbagaimanahiduphemat sesuai prinsip Jawa. Aspek sosial menekankan pentingnya hubunganantarmanusiayangterjalindenganbaikdandamai,sertamenghindariketegangan dan konflik sehingga dapat terjalin hubungan hormonal karenamanusia dianggap sebagai makhluk yang berpikir dan berbudaya serta salahsatu entitasalamsemesta.


PemahamanmasyarakatlokaldiKethekOglengtidaklepasdarisalahsatujenis hewan yang akrab di telinga mereka, yaitu kethek yang juga dikenaldengansebutankera.Kethek(monyet)merupakanhewanyanghidupdihutanbersama dengan hewan hutan lainnya. Ogleng merupakan salah satu bentukonomatopoeikbunyigamelan,bunyiyangdominanadalah“gleng”.Gamelanmerupakan melodi pengiring tari yang digunakan dalam kesenian KethekOgleng yang mengeluarkan bunyi “gleng”. Kesenian kera Ogleng dapatdiartikan sebagai hasil kesenian masyarakat Tokawi kecamatan Nawangan,kerajaan Pacitan, berupa suatu jenis tarian yang gerakannya menyerupaigerak kera ataukera (Sutopo,2018:94).


UpayaPelestarianBudayaYangAdaDiKabupatenPacitan

Melihattantanganpelestarianbudayayangsemakinberatkarenateknologiinformasi yang semakin digdaya mengubah aspek kehidupan masyarakat.Salah satu aspek kehidupan yang paling terpengaruh dengan perkembanganiniadalahaspekkebudayaanmasyarakat.Olehkarenaitu,upayamempertahankandanmelestarikanbudayaagartetapdijagagunamewujudkan tujuan tertentu yang mencerminkan adanya sesuatu yang tetapabadi,bersifatdinamis,luwes,danselektif.


UpayapelestarianbudayatradisionaldiKabupatenPacitandilakukandenganmelaksanakanprogramyangberagam.Tujuannyaagarbudayatradisional yang ada tidak hilang seiring berkembangnya zaman. Secararealistis,pelestarianbudayabukanberartimembuatsesuatumenjadiawetdantidak akanpunah.


Pelestarian budaya tidak hanya dilakukan sesaat, akan tetapi juga dilakukansecara berkelanjutan. Di samping itu juga, pelestarian budaya harus dilakukanoleh berbagai elemen baik pemerintah, seniman, pengawas budaya, dan jugamasyarakat setempat tentunya. Agar semua pihak dapat berpartisipasi, Karmadi(tanpatahun:4)harusditumbuhkanberbagaimotivasisebagaiberikut:

Motivasi untuk menjaga, mempertahankan dan mewariskan warisan budayayangdiwarisinya darigenerasi sebelumnya;

Motivasiuntukmeningkatkanpengetahuandankecintaangenerasipenerusbangsa terhadap nilai- nilai sejarah kepribadian bangsa dari masa ke masamelaluipewarisankhasanahbudayadannilai-nilaibudayasecaranyatayangdapatdilihat,dikenangdandihayati;

Motivasi untuk menjamin terwujudnya keragaman atau variasi lingkunganbudaya;

Motivasiekonomiyangpercayabahwanilai budayalokalakanmeningkatbilaterpelihara dengan baik sehingga memiliki nilai komersialuntukmeningkatkankesejahteraanpengampunya; dan

Motivasisimbolisyangmeyakinibahwabudaya lokal adalah manifestasidarijatidirisuatu kelompokataumasyarakatsehinggadapatmenumbuhkembangkan rasa kebanggaan harga diri dan percaya diri yangkuat.


Kesimpulan

Budayatradisionaltetapbertahandanmasihdimilikiolehmasyarakatsampaikapanpun.Tujuanutamadaripelestarianbudayaadalahsebagaibentukpenghargaan dan penghormatan terhadap leluhur. Di samping itu, pelestarianbudaya juga membantu mempertahankan identitas lokal dan rada persatuan diantara masyarakat, serta meningkatkan rasa bangga terhadap kekayaan budayayangada.

Tantangan pelestarian semakin berat karena disebabkan teknologi informasiyangsemakinmajusehinggadapatmengubahsegalaaspekkehidupanmasyarakat.Salahsatuaspekkehidupanyangterpengaruhdenganperkembanganini adalah aspek kebudayaan masyarakat karena sedikit demi sedikit mengalamipergeseran.

Kebudayaan tradisional sebagai warisan cagar budaya kini mulai tergerusoleh tata nilai kebudayaan asing yang dianggap lebih tinggi dan modern. Yangmana kebudayaan tradisional yang ada di Kabupaten Pacitan lambat laun mulaiditepikandandianggapsebagaibudayayangusingdantidaksesuaidenganselerazaman.


Rekomendasi

Berdasarkanpermasalahanpadapembahasandiatas,berikutsarandaripermasalahan yangada :

Melakukanprogramgotongroyongyangmanakegiataniniberfokuspadakegiatan-kegiatanyangmelibatkanseluruhwargadesa.Gotongroyonginimencerminkansilaketiga(persatuanIndonesia)dansilakelima(keadilansosialbagiseluruhrakyatIndonesia)denganmelibatkansemuamasyarakat tanpa memandangstatussosial.

Melakukanpelestariansenidanbudayalokalmelaluifestivalrakyatdengan menampilkan kesenian-kesenian tradisional. Tujuannya adalahuntuk melestarikan dan mempromosikan budaya lokal kepada generasimuda. Dalam kegiatan ini mengandung sila ketiga dan kedua dengankonteksmemupukrasacintaterhadapbudayalokaldanmenghargaikeragaman budaya.

Dengan melakukan program pendidikan Pancasila, secara tidak langsunghal ini dapat mengintegrasikan Pendidikan karakter kepada siswa denganmengajarkannilai-nilaiPancasilakepadasiswa.Programinimengajarkansiswa untuk memahami dan mengimplementasikan nilai-nilai Pancasiladalamkehidupan sehari-hari,terutamasilapertama dan kedua.


Referensi

https://www.hukumonline.com/berita/a/pancasila-sebagai-dasar-negara-lt61f23142a7e13/?page=2

SOSIAL-BUDAYAMASYARAKATPACITAN (Indartato,2021)

Komentar